Wednesday, December 15, 2010

sebuah percakapan kecil di angkot biru ; bantar gebang - cileungsi

kenek : "ayo bu langsung-langsung"
penumpang1 (dalem angkot) : "dari tadi langsung2 mulu"
sopir : "yaelah belagu bgd sih lu, lalalalalalalala (menggerutu)"
penumpang1 - muka jutek

haha, laen kali kalo mau kejar setoran jangan nebar2 janji ke penumpang bang ! orang juga punya urusan masing-masing.
boleh ngetem bentaran, tapi ngejawab omongan penumpangnya baek2 kalee.
inget konsumen itu raja dan ratu !
dmana-mana mesti diutamakan pelayanannya dulu, ngeluhnya disimpen aja. ntar dikeluarin kalo waktunya tepat hoho

Saturday, December 4, 2010

“Berikan kami Al Qur’an, bukan cokelat!”

“Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.

Dua Pasang Mata di Tengah Salju: Al Qur’an Bukan Cokelat!

(Banyak yang sebenarnya harus saya catat ketika bekerja menemani anak-anak di berbagai daerah dan negara. Namun,cerita yang satu ini amat berkesan. Menohok konsep diri.)

Anak-anak hebat tidak selamanya lahir dari fasilitas yang serba lengkap, bahkan sebagian dari mereka disembulkan dari kehidupan sulit yang berderak-derak. Mereka tumbuh dan berkembang dari kekurangan.

Pada sebuah musim dingin yang menggigit, di sebuah pedalaman, di belahan timur Eropa, kisah ini bermula. Kejadian menakjubkan, setidaknya bagi saya.

Salju bagai permadani putih dingin menyelimuti pedalaman yang telah kusut masai dirobek perang yang tak kunjung usai. Dentuman bom dan letupan senjata meraung-raung dimana-mana. Sesekali, terdengar ibu dan anak menjerit dan kemudian hilang.

Di tenda kami, puluhan anak duduk memojok dalam keadaan teramat takut. Sepi. Takada percakapan. Takada jeritan. Hanya desah pasrah merayap dari mulut mereka terutama ketika terdengar letupan atau ledakan.

Di luar, selimut putih beku telah menutup hampir semua jengkal tanah. Satu-dua pohon perdu masih keras kepala mendongak, menyeruak. Beberapa di antara kami terlihat masih berlari ke sana-kemari. Memangku anak atau membopong anak-anak yang terjebak perang dan musim dingin yang menggigit tulang.

Tiba-tiba dari kejauhan, saya melihat dua titik hitam kecil. Lambat laun, terus bergerak menuju tenda kami. Teman di samping yang berkebangsaan Mesir mengambil teropong.

“Allahu Akbar!” teriaknya meloncat sambil melemparkan teropong sekenanya.

Saya juga meloncat dan ikut berlari menyusul dua titik hitam kecil itu. Seperti dua rusa yang dikejar Singa Kalahari, kami berlari.

Dari jarak beberapa meter, dapat kami pastikan bahwa dua titik hitam kecil itu adalah sepasang anak. Anak perempuan lebih besar dan tinggi dari anak lelaki. Anak perempuan yang manis khas Eropa Timur itu terlihat amat lelah. Matanya redup. Sementara, anak lelaki berusaha terus tegar.

“Cokelat …,” sodor teman saya setelah mereka sampai di tenda penampungan kami.

Anak yang lebih besar dengan mata tajamnya menatap teman saya yang menyodorkan sebungkus cokelat tadi.

Teman saya merasa mendapat perhatian maka dia semakin semangat menyodorkan cokelat. Diangsurnya tiga bungkus cokelat ke kepalan tangan anak yang kecil (yang ternyata adalah adiknya).

Sang Kakak dengan cepat dan mengejutkan kami mengibaskan tangannya menolak dua bungkus cokelat yang diberikan. Teman saya yang berkebangsaan Mesir itu terkesiap.

“Berikan kami Al Qur’an, bukan cokelat!” katanya hampir setengah berteriak.

Kalimatnya yang singkat dan tegas seperti suara tiang pancang dihantam berkali-kali.

Belum seluruhnya nyawa kami berkumpul, sang Kakak melanjutkan ucapannya,

“Kami membutuhkan bantuan abadi dari Allah! Kami ingin membaca Al Qur’an. Tapi, ndak ada satu pun Al Qur’an.”

Saya tercekat apalagi teman saya yang dari Mesir. Kakinya seperti terbenam begitu dalam dan berat di rumput salju. Kami bergeming.

Dua titik hitam yang amat luar biasa meneruskan perjalanannya menuju tenda pengungsi. Mereka berusaha tegap berjalan.

“Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.

Saya dan teman Mesir yang juga adalah kandidat doktor ilmu tafsir Al Qur’an Universitas Al Azhar Kairo itu kaku.

[Takakan pernah terlupakan kejadian di sekitar Mostar ini. Meski musim dingin dan dalam dentuman senjata pembunuh yang tak terkendali, angsa-angsa terus berenang di sebuah danau berteratai yang luar biasa indahnya. Beberapa anak menangis dipangkuan. Darah menetes. Beberapa anak-anak bertanya, dimana ayah dan ibu mereka. (Saya ingin melupakan tahunnya.)]

copas dari : http://jilbab.or.id/archives/945-berikan-kami-al-quran-bukan-cokelat/

== disalin dari:
Aku Mau Ayah! Mungkinkah tanpa sengaja anak Anda telah terabaikan? 45 Kisah Nyata Anak-Anak Yang Terabaikan“, bab “Dua Pasang Mata di Tengah Salju: Al Qur’an Bukan Cokelat!” (hal 83-86)
Penulis: Irwan Rinaldi.
Penerbit: Progressio Publishing.
Cetakan Pertama, Juni 2009

Friday, December 3, 2010

mereka yang disekelilingku:)



This is Dewi Ratna Kumala Sari
cewek betawi blasteran padang, ternyata salah buu, dia cewek keturunan jabet - jawa betawi :D kelahiran 22 Juni 1992 temen gua dari kecil, dari seimprit sampe skarang tak terpisahkan:D
orangnya bawel, supel, asik, ditambah suka heboh sendiri #sama kaya gua sih, hehe
dari kecil dari masa-masa SD udah deket bener
maen tak jongkok bareng, maen petak umpet bareng, ngaji bareng, jajan bareng, maen tanah2an bareng, semuanya bareng2, tapi kalo tidur mah kagak, dirumah masing2 aja dah
sampe skarang masih suka maen bareng juga
tapi kali ini, oh jelas sudah berubah permainannya
nggak ada lagi itu namanya maen tak jongkok, tak umpet, galaxin, atau yang sejenisnya
sekarang maennya di Mall, kongko-kongko di depan rumah sampe malem, ngegosipin nggak jelas, cerita ini itu, terlebih masalah cowok.
kadang suka senyum-senyum sendiri kalo lagi smsan, kadang suka sebel sendiri ampe ngatain cowoknya tai, jah macem2 dah haha
sekarang kuliah di Jayabaya ambil hukum, udah semester tiga boo..
wataknya keras, suka manja sama siapa aja
janjian sama gua mau ke Kota Tua barengan sama Lia juga (sepupu gua . red)
gua bolos kerja dia bolos kuliah
sampe skarang kagak jadi jadi itu rencana, tempe deh

yang satu ini namanya Pujiyanti
cewek betawi tulen kelahiran 06 Juni 1992 #bener nggak yyaa? lupa, hehe
anaknya pinter, asik diajak curhat, tapi sayang rada tertutup sama masalahnya
meski gua udah bisa dibilang sering banget curhat sama dia, dia nya ke gua jarang banget cerita balik
yaa palingan kadang suka sms nggak jelas aja kalo lagi ada masalah
tapi lagi2 dia nggak pernah mau cerita apa masalahnya itu ke gua #sekarang2 ini, dulu mah cerita mulu
anak pertama dari dua bersaudara
meski begitu, orang tuanya perhatian bgd sma dia
orang kalo pulang maleman dikit aja udah langsung ditelfon
#beda banget sama gua. haha
dia emang sepantaran gua, tapi sekolahnya duluan gua, hehe
dulu deket karna satu sekolah, meski nggak sekelas dan beda angkatan, trus temen ngaji juga.
deket belom lama, baru juga beberapa taun
dulu sering banget gua maen sama dia, kerumahnya dia apalagi. cerita2 mulu. tentang cowok pastinya haha
sekarang mah udah jarang banget maen kerumahnya. asal muasalnya mah karna si buyung itu. yang ngedukung gua juga buat nggak maen2 lagi kalo udah pulang kerja, hehe

nah kalo yang ini namanya Nurhalimah
biasa dipanggil Adhe sama kita-kita semua
kenapa dipanggil Adhe? wah kalo itu saya nggak tau, tanya aja sama orangnya sendiri
lahirnya kapan? nahh itu juga gua nggak tau hahaha
deket juga belom lama ini gua
karna apa? itu juga gua nggak tau
tiba2 deket aja
mungkin ada keymistery diantara kita berdua haha
asik, asik banget.
seru, suka heboh sendiri juga orangnya
suka lebay juga sih haha #gua juga
bisa dibilang lumayan sering gua jalan sama dia
asik diajak kemana2, ayok aja orangnya. pernah waktu itu gua sama dia jalan ke Mega Bekasi (Giant), tujuannnya mau beli flashdisk. nyampe Giant eh kagak ada yang murahnya
nekatlah gua ajak dia ke Mangga Dua (padahal belom pernah ke Mangga Dua)
eh dianya mao, capcuslah akhirnya dari Giant ke Mangga Dua, naek angkot boo haha
nyampe rumah jam stg 9 akhirnya itu
petualangan yang seru:)
pernah juga dia gua ajak ke Cirata nemenin gua Stock Opname, karna waktu itu mba yeni udah nggak mau nemenin gua
yaudah akhirnya gua cari orang aja, hehe, sampe rumah jam 11an itu

Thursday, December 2, 2010

Celine Dion - Because You Love Me. beautiful song:)

For all those times you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right
For every dream you made come true
For all the love I found in you
I'll be forever thankful baby
You're the one who held me up
Never let me fall
You're the one who saw me through through it all


You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me


You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all
I'm grateful for each day you gave me
Maybe I don't know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you


You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me


You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You've been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you


You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me


I'm everything I am
Because you loved me ...